Sebagian ulama mengkategorikan khusyu sebagai amalan jawarih, sehingga khusyu merupak suatu hal yang dapat menyebabkan diterima atau tidak diterima nya solat.

Sah nya solat dapat di peroleh dengan kita memenuhi semua syarat serta rukun nya solat. Namun di terima atau tidak solat kita, tergantung kadar kekhusyuan kita di dalam solat.

Ketahuilah sesungguh nya nanti di hari kiamat yang akan di lihat oleh Alloh adalah solat nya. Kalau didapati solat nya sempurna tidak pernah ditinggalkan, dan solat nya diterima Alloh maka semua amal nya akan di terima Alloh. Namun apabila di dapati solat nya kurang, banyak meninggalkan solat maka akan di tolak semua amalan nya.

Ada dua orang dari umat ku, solat nya sama, rukuk nya sama, sujud nya sama. Namun solat kedua nya ibarat langit dan bumi. Di sebabkan karena yang satu khusyu dan yang satu tidak khusyu. (Hadist).

Lalu bagaimana cara nya agar kita memperoleh kekhusyuan???

Banyak cara yang bisa dilakukan, dan bahkan sudah banyak pula para ulama telah menuntunkan kepada kita, mungkin cara yang di ajarkan imam gozali dibawah ini dapat menjadi salah satu dari banyak jalan kita memperoleh kekhusyuan.

  1. Berwudhu dengan sempurna,
  2. Tidak ada gurauan selepas wudhu hingga menuju sholat

Dalam hadist dikatakan : Rosululloh bersabda “Barang siapa yang melaksanakan solat di waktu nya dan dia menyempurnakan wudhu nya, kemudian dia menyempurnakan rukuk nya serta sujud nya, serta khusyu dalam solat nya. Maka solat nya akan naik menuju kepada Alloh, seperti cahaya yang putih bercahaya dan solat nya akan berkata semoga Alloh menjagamu sebagaimana engkau menjaga ku”.

  1. Sebelum melakukan sholat, hilangkan lah segala sesuatu yang mengganggu pikiran kita, tenangkan pikiran kita dari hal-hal dunia yang sedang kita fikirkan. Bahkan ketika dating waktu makan malam dan makanan sudah tersaji, Rosululloh memerintahkan para sahabat untuk makan terlebih dahulu baru melaksanakan solat isya. Hal ini dilakukan Rosululloh agar ketika solat focus hanya menghadap Alloh.
  2. Mentadaburi dan menghayati setiap kalimat yang kita baca di dalam solat. Sebagai contoh mari kita hayati, Dari awal saja kita sudah berikrar Allohuakbar…Alloh lah yang maha besar dari segala nya, ketika kalimat ini dibaca, hakikat nya adalah kita berikrar saat itu tidak ada yang lebih kita agungkan dan kita besarkan selain Alloh. Hanya Alloh dan tidak ada selain nya.

Dalam surat alfatikah juga terdapat  permohonan dan permintaan kita kepada Alloh, hakikat nya kita juga berikrar bahwa hanya kepada Alloh lah kita memohon dan meminta,

Solat merupakan waktu nya seorang hamba berdialog dengan Alloh swt. Apa bukti nya… ketika seseorang membaca awal surat alfatikah, yang merupakan pujian kepada Alloh, maka pada saat itu Alloh menjawab hambaku sedang memujiku, dilanjutkan ayat kedua, Alloh menjawab lagi hamba ku sedang memuji ku. Dan pada hakikat nya, didalam solat kita membaca kalam Alloh, firman Alloh. Itu arti nya bagi makmum sedang mendengarkan firman Alloh kepada kita.

  1. Tidak banyak bergerak di dalam solat, karena Orang yang tidak banyak bergerak dalam solat akan lebih mudah mendapatkan kekusyukan.

Diriwayatkan bahwa ketika solat ada sahabat yang menggerak gerakan jenggot nya, Rosululloh menyaksikan hal tersebut dan beliau bersabda, seandai nya ia khusyu maka dia tidak akan menggerak gerakan jenggot nya.

  1. Menghadap Alloh dengan penuh pengagungan kepada Alloh lihat lah cicit Rosululloh yaitu sayidinna Aki zainal abiding, ketika beliau berwudhu tampak wajah nya sangat pucat, beliau di Tanya oleh sahabat nya kenapa wajah nya memucat, seraya beliau menjawab bagaimana aku tidak pucat sedangkan sebentar lagi aku akan menghadap Alloh sang pemilik Alam semesta dan seisinya.
  2. Bersiaplah dengan menggunakan pakaian yang rapi, indah, serta memakai wewangian yang menyegarkan aroma nya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *