“Sesungguh nya matahari dan bulan tidak lah terjadi gerhana karena mati nya seseorang atau karena lahir nya seseorang”. Begitu lah Rosululloh Bersabda.

Hal ini diungkapkan oleh Rosululloh karena pada masa beliau, terjadi gerhana matahari dan pada saat itu juga putra beliau sayyid Ibrahim meninggal dunia. Maka ada beberapa sahabat yang mengaitkan meninggalkan nya sayyid Ibrahim dengan gerhana matahari, maka Rosululloh bantah hal tersebut dengan sabda beliau di atas.

Rosululloh bersabda : kalau kalian melihat gerhana, hendaklah kalian solat, berdoa sampai selesai nya gerhana.

————————————————————————————————————————————

Hukum solat gerhana adalah sunah muakad. Yaitu Sunah yang ditekankan untuk di laksanakan. Dan dimakruhkan apabila meninggalkan solat gerhana. Makruh ditinggalkan karena jarang sekali terjadi.

Solat gerhana adalah merupakan solat yang punya sebab. Yaitu sebab nya ada gerhana maka ada solat. Sehingga solat ini tidak bisa di qodo. Ketika terlewatkan waktu nya gerhana sudah selesai maka tidak bisa di qodo di waktu yang lain. Solat gerhana di Sunahkan dikerjakan berjamaah dan di masjid, bukan di tanah lapang.

dalam pelaksanaan solat gerhana Bisa berjamaah maupun sendiri. Kalau berjamaah ada khutbah dan kalau sendiri tidak ada khutbah nya.

Solat gerhana ada tiga macam cara :

  1. Cara yang pertama, solat sunah dua rokaat seperti kita mengerjakan solat sunah fajar. Hanya dua rokaat seperti biasa. Tidak ada tambahan tata cara yang khusus. Yang berbeda hanya niat nya saja.
  2. Cara yg kedua, solat sunah dua rokaat, setiap rokaat terdiri dari dua kali berdiri dan dua kali rukuk. Urutan nya yaitu : Niat, takbiratul ihrom, membaca surat Alfatikah, membaca surat sunah, rukuk, berdiri, membaca Alfatikah yang kedua, membaca surat, rukuk yang kedua, i’tidal, sujud, duduk diantara dua sujud, sujud, berdiri menuju rokaat kedua. Rokaat yang kedua lakukan hal yang sama dengan rokaat pertama.
    Untuk surat di perbolehkan mengambil surat yang pendek, di utamakan yang berkaitan dengan matahari atau bulan, atau gerhana, Kalau tidak bisa surat yang pendek pun di perbolehkan.
  3. Cara yang ke tiga, sama dengan cara yang kedua. Hanya saja pada saat membaca surat sunah. Pada Rokaat pertama, setelah membaca surat Alfatikah diloanjutkan membaca surat Albaqoroh, kemudian rukuk dan membaca tasbih dengan kadar lama nya seperti seseorang membaca 100 ayat pada surat Albaqoroh.
    Pada pembacaan Alfatikah yang kedua setelah nya membaca surat al imron, kemudian dilanjutkan rukuk dengan kadar lama nya seperti membaca 80 ayat pada surat albaqoroh.
    Pada rokaat kedua, pada waktu pembacaan alfatikah yang pertama, setelah nya membaca surat annisa, kemudian rukuk dengan kadar lama nya seperti membaca 70 ayat pada surat albaqoroh.
    Pada pembacaan surat Alfatikah yang kedua, setelah nya membaca surat Almaidah, kemudian rukuk dengan kadar lama nya seperti membaca 50 ayat pada surat albaqoroh.

    Pembacaan Alfatikah dan surat : ketika yang dilaksanakan adalah gerhana bulan maka pembacaan nya adalah di keraskan (Jahr), Namun apabila yang dilaksanakan adalah solat gerhana matahari maka pembacaan nya adalah di pelankan (Sir)

    Disunahkan pula sebelum kita melaksanakan solat gerhana, untuk mandi sunah seperti hal nya kita mandi ketika kita akan menghadiri solat jum’at.

    wallohu a’lam bi Showab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *