SYUKUR

A.      ARTI SYUKUR

Arti Syukur itu ialah mengerjakan ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala baik secara lahir maupun batin, serta menjauhi segala maksiat yang bersifat lahir dan batin, dengan berusaha menjaga hati, lidah, mata, telinga, dan segala anggota lahir dan batin dari kecenderungan untuk melakukan kemaksiatan.

Allah Ta’ala berfirman:

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ

Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. (QS. Al-Baqarah: 152)

Kemudian Allah juga menegaskan dalam ayat:

شَاكِرًا لِّاَنۡعُمِهِ​ؕ اِجۡتَبٰٮهُ وَهَدٰٮهُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍ

وَاٰتَيۡنٰهُ فِى الدُّنۡيَا حَسَنَةً​  ؕ وَاِنَّهٗ فِى الۡاٰخِرَةِ لَمِنَ الصّٰلِحِيۡنَؕ‏

 

“Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik, Dan ia senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Allah, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus” (QS. An-Nahl: 120-121)

Nikmat yang selalu kita dapatkan merupakan anugrah yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan. Maka sebagai hamba yang taat dan patut tiada henti-hentinya setiap waktu bersyukur dan pastikan saat kita menerima nikmat-Nya atau dalam kegiatan apapun ucapkan “Alhamdulilah”.

Penting bagi seorang Muslim memahami apa itu syukur sebenarnya.”hakikat syukur adalah pengakuan terhadap nikmat yang telah diberikan Allah yang di buktikan dengan ketundukan kepada-Nya. Jadi, syukur itu adalah mempergunakan nikmat Allah menurut kehendak Allah sebagai pemberi nikmat.

“Barang siapa yang tidak bersyukur kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah”. (H.R Ahmad dan Baihaqi)

Karena itu, dapat dikatakan bahwa syukur yang sebenarnya adalah mengungkapkan pujian kepada Allah dengan lisan, mengakui dengan hati akan nikmat Allah, dan mempergunakan nikmat itu sesuai dengan kehendak Allah.

Rasa syukur akan muncul jika ia menyadari hal kenikmatan dan kekaguman dia rasakan, sayangnya banyak dari manusia yang tudak peka dan tidak memahami nikmat nikmat yang sudah mereka rasakan, hal ini disebabkan kita mempersempit dari karunia Nya atau memang belum paham atas kenikmata yang berlimpah ini..sehingga kita tenggelam didalamnya yang tak terhitung

Oleh karena Allah ingin menyadarkan kita dengan musibah dalam bentuk sakit,kefaqiran dsb,agar kita bisa menilai dan memahami betapa agungnya karunia kesehatan dan kesempatan yang diberikan kepada kita, tapi kebanyakan manusia belum bisa sadar malah menjadi kufur, oleh sebab itu musibah peringatanNya dipahami para arifin billah suatu hal yang patun disyukuri..adapun orang awam minimal harus bisa bersabar

B.      KEUTAMAAN BERSYUKUR

            Kebahagiaan dan kemuliaan bagi orang-orang yang senantiasa mensyukuri nikmat-Nya dan akan mendapat keutamaan-keutamaan yang besar :

  1. Disifati dengan salah satu sifat Allah Ta’ala yang diridhai-Nya dan dicintai-Nya, serta akan Dia akan memberikan pahala kepada hamba-Nya itu disebabkan hal tersebut.
  2. Akan selamat dari azab Allah. Allah SWT berfirman:

مَا يَفْعَلُ اللهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَءَامَنْتُمْ ۚ وَكَانَ اللهُ شَاكِرًا عَلِيْمًا

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah (Dzat) Maha mensyukuri lagi Maha mengetahui.” (An Nisaa : 147).

               

  1. Akan mendapat pahala yang besar.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوْتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللهِ كِتَابًا مُّؤَجَّلًا ۗ وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا ۚ وَسَنَجْزِيْ الشَّاكِرِيْنَ

“Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, maka Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (Ali Imran : 145).

 

  1. Orang yang bersyukur hakikatnya untuk dirinya sendiri dan akan mengangkat derajatnya. Berterima kasih kepada manusia berarti bersyukur kepada Allah Ta’ala. Bersyukur berarti mengikuti jejak para Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, menapaki jalan orang-orang yang selalu bersyukur dari kalangan para Nabi dan orang-orang shalih. Bersyukur adalah perkara yang diridhai Allah dan ridha terhadap para pelakunya.

C.      CIRI ORANG BERSYUKUR

Adapun beberapa ciri ahli syukur, di antaranya: pertama : hatinya tidak pernah merasa memiliki kecuali semuanya milik Allah. Orang yang memiliki ciri ini, ketika diberi rezeki yang berlebih tidak akan membuatnya sombong. Begitu pun ketika rezeki yang sedikit, ia tidak minder. Ketika melihat kelebihan orang lain, tidak iri. Ketika menjemput rezeki, tidak licik. Dan ketika rezeki hilang, ia tidak sakit hati karena itu semua hanyalah titipan Allah.

ciri ahli syukur yang kedua, lisannya selalu basah dengan doa syukur seperti hamdalah. Ciri ini selalu melihat ke bawah dalam urusan dunia. Orang yang pandangannya ke atas hampir dipastikan kurang bersyukur. Yang dilihat hanyalah kekurangan.

Ciri yang ketiga, berterima kasih kepada yang jadi jalan nikmat. Dengan cara mengingat jasa, pengorbanan, kebaikan orang lain. Bagi kita pantang melupakan kebaikan sekecil apapun walaupun sudah dihina, dicaci. Ciri yang keempat, gunakan nikmat untuk dekat kepada Allah. Mata dipakai untuk tilawah, lisan dipakai untuk berzikir, begitu pun dengan uang yang ada dipakai untuk bersedekah. Itu bukti rasa syukur kepada Allah SWT.

Ciri keempat, menyampaikan nikmat kepada orang lain agar orang itu jadi dekat kepada Allah. Sampaikan nikmat yang telah Allah berikan kepada orang lain dengan maksud orang tesebut meniru kebaikan yang telah kita lakukan. Ini semata-mata karena ingin dipuji Allah, bukan menyampaikan kebaikan dengan harapan dirinya mendapat pujian.

Begitu luas nikmat kita rasakan. Namun, seberapa banyak syukur kita panjatkan? Seberapa sering lisan kita basah dengan hamdalah? Dan seberapa besar rezeki yang kita punya terasa nikmat bagi orang lain?

Untuk itu, marilah kita syukuri semua nikmat yang ada. Yakinlah dengan janji Allah yang akan melipatgandakan rezekinya bagi orang yang senantiasa bersyukur. Semoga kita digolongkan menjadi ahli syukur. Amiin Ya Robbal Alamin .Wassalamualikum wr wb

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *