Manusia adalah ibarat kerajaan, dan hati adalah benteng dari pada kerajaan, dan setan adalah musuh yang berusaha untuk merobohan benteng dari kerajaan tersebut agar bisa masuk dan menguasai kerajaaan.  Oleh karena itu hendak nya seseorang menjaga kerajaan nya dengan memperkuat benteng nya, agar tidak dirobohkan oleh syaiton.

Di dalam kerajaan, selain terdapat benteng. Terdapat pula pintu-pintu untuk masuk kedalam kerajaan tersebut, dan diantara pintu-pintu itu juga dapat digunakan syaiton untuk masuk ke kerajaan. Oleh karena itu selain memperkuat benteng, kita juga harus menjaga agar pintu-pintu tersebut tidak dijadikan syetan sebagai sarana untuk dia masuk ke dalam kerajaan (menguasai manusia).

Pintu masuk syetan

  1. Amarah dan syahwat,
    Ketika seseorang memuncak amarah nya sehingga ia tidak bisa mengontrol diri nya, maka disitulah syaiton akan masuk, Karena ketika seseorang marah, maka akal nya akan melemah dan energy nya akan terkuras untuk meluapkan kemarahan nya, sehingga hal ini dapat menyebabkan seseorang tidak bisa berfikir jernih, bahkan ia tidak akan bisa berfikir apa akibat atau dampak dari kemarahan nya.

Maka dapat kita lihat, ketika rosul dimintai wasiat oleh seorang sahabat, maka rosul menjawab. Jangan marah,,,,jangan marah,,,,jangan marah,,,,

Tidak lah Rosululloh memberikan wasiat melainkan ada hal besar dibalik wasiat itu.

Dan hal besar tersebut yaitu, sebab amarah adalah salah satu pintu masuk nya syaiton, yang dapat menghancurkan hati kita sebagai benteng, dan dapat membinasakan diri kita.

Dan obat atau benteng dari marah adalah sabar :

  • Sabar dalam ketaaatan kepada alloh swt.
  • Sabar tidak melanggar atas segala sesuatu yang diharamkan untuk manusia,
  • Sabar atas musibah yang alloh berikan, khusus nya sabar ketika pertama kali ia mendapat musibah
  1. Ambisi
    Ketika seseorang berambisi ingin memiliki sesuatu, sampai ambisi nya membutakan diri nya dari perkara yang halal dan harom. Yang penting ambisi nya bisa tercapai. Disinilah syaiton akan masuk kedalam diri kita dan akan terus membisikan agar kita melakukan segala macam sesuatu bahkan yang harom, yang terpenting ambisi dapat tercapai.
  2. Rasa kenyang, walaupun dari makanan yang halal.
    Ketika seseorang sangat kenyang, sehingga melebihi yang seharus nya ia makan, maka ia akan malas untuk melakukan sesuatu, hingga akhir nya badan akan terasa lemas kemudian mengantuk dan tidur. Hilang lah waktu nya sia-sia.

Lukmanul hakim : jangan kau datang kepada alloh di hari kiamat dalam keadaan bangkrut, dan orang yang bangkrut di hari kiamat adalah orang yang ketika hidup di dunia banyak makan, banyak minum dan banyak tidur.

(Kutipan Kajian Kitab Mukasyafatul qulub oleh : Ustadz Ahmad bin Muhammad AlHabsyi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *