SIFAT DENGKI

“Orang yang memiliki sifat dengki ini dia tidak rela nikmat yang Allah bagikan untuk orang lain. Dengki adalah salah satu hasil dari sifat dendam, karena seseorang yang dendam kepada orang lain, dia menginginkan kenikmatan orang tersebut hilang, berusaha mengambil kekayaannya, dan senang dengan kesusahan yang dideritanya.”

Sifat dengki menjadi salah satu pintu masuknya setan ke dalam hati. Karena dengki, iblis dilaknat dan dijadikan setan yang terkutuk. Allah telah mencela sifat dengki di dalam Alquran dan memberatkan siksa atas orang yang mempunyai sifat dengki. Karena, pendengki termasuk

dengkimenolak takdir Allah yang Allah tetapkan atas salah satu hamba-Nya. Dengki adalah diantara penyakit hati yang kronis.

Orang yang terjangkit sifat dengki, indrawinya menjadi beban. Dengki membuka matanya terhadap setiap hal kecil dan besar, dia tidak tertarik dengan apapun kecuali sirnanya nikmat Allah dari diri orang lain. Dia tidak menerima nikmat yang Allah bagikan untuknya. Dia juga tidak rela nikmat yang Allah bagikan untuk orang lain. Diantara hadis yang mengharamkan sifat dengki adalah sabda Nabi: 

“Tidak berkumpul di dalam hati seorang hamba dua hal, yaitu iman dan dengki.”

Dalil mengenai sifat dengki dan maknanya.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Kamu sekalian, satu sama lain Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling menjauhi dan janganlah membeli barang yang sedang ditawar orang lain. Dan jadilah kamu sekalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, mendustainya dan menghinakannya. Taqwa itu ada di sini (seraya menunjuk dada beliau tiga kali). Seseorang telah dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim. Setiap muslim haram darahnya bagi muslim yang lain, demikian juga harta dan kehormatannya”.

Dengki adalah salah satu hasil dari sifat dendam, karena seseorang yang dendam kepada orang lain, dia menginginkan kenikmatan orang tersebut hilang, berusaha mengambil kekayaannya, dan senang dengan kesusahan yang dideritanya.

Di antara penyebab munculnya sifat dengki adalah:

1.Permusuhan antar sesama manusia karena berbagai macam sebab.
2.Kemuliaan dan keunggulan. Maksudnya, pendengki merasa keberatan jika orang lain mengunggulinya.
3.Bangga pada diri sendiri dan sombong, yaitu menghina dan memandang rendah orang lain karena mereka menapatkan apa yg belum didapatkannya
4.Cinta kekuasaan dan kemegahan. Karena, sebagian manusia ingin mendepak orang yang ada di majelis dengan alasan mereka ingin duduk dan singgah di kursi yang diperebutkan oleh banyak orang.
5.Rusaknya jiwa, senang dengan kejahatan, dan benci kebaikan.

Kenapa iblis tidak mau bersujud kepada Nabi Adam AS? Sebab, iblis sangat dengki terhadapnya. Karena itu, barang siapa diantara kita memiliki sifat dengki, maka sungguh kita telah memiliki salah satu sifat iblis. Rasulullah SAW bersabda:

“Melepaskan dua ekor serigala lapar di kandang kambing tidak lebih besar bahayanya di bandingkan dengan seorang muslim yang rakus terhadap harta dan dengki terhadap agama. Sesungguhnya dengki itu memakan habis kebaikan, seperti api melalap habis kayu”. (HR. At-Tirmidzi)

Sebenarnya iri dan dengki memiliki makna yang sama, namun dengki adalah sifat iri yang lebih merujuk pada iri yang tercela. Contoh dari iri yang tercela adalah menderita ketika melihat orang bahagia, dan bahagia ketika melihat orang menderita. Dengki adalah sebuah emosi yang dimiliki seseorang untuk menghilangkan kenikmatan seseorang yang datang dari Allah SWT. Iri dengki ini harus dapat diatasi dengan sebaik mungkin. Jika tidak, maka tidak menutup kemungkinan orang yang dengki akan melakukan tindak kriminal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbuatan iri dengki haram hukumnya. Hal ini sejalan dengan perkataan Imam An-Nawawi bahwa,

“Dengki adalah sikap mengharapkan hilangnya nikmat dari orang lain. Hukumnya adalah haram.”

Di dalam ajaran agama, kita diajarkan untuk saling memberi salam, menjaga hubungan kekerabatan dan mempererat tali silaturahmi, hal ini dilakukan agar dapat menghilangkan sifat iri dengki salah satu diantara kita.

Anas RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jangan saling benci, jangan saling dengki, jangan saling khianat, jangan saling memutuskan (hubungan kekerabatan). Jadilah hamba-hamba Allah SWT yang bersaudara. Tidaklah halal seorang muslim mendiamkan (berhenti bicara dengan) saudaranya lebih dari tiga (hari).” (Muttafaq Alaih).

Perbuatan Penyakit hati lainnya seperti berburuk sangka/khusnudzon, saling dusta, benci dan khianat adalah perbuatan terlarang yang bisa menambah dosa perbuatan kita dan menjadikan Alloh Murka kepada hambanya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah prasangka buruk karena sangka buruk adalah ucapan yang paling dusta. Jangan saling mencari kejelekan, jangan saling memata-matai, jangan saling bersaing (dalam menawar barang), jangan saling dengki, jangan saling benci, dan jangan saling khianat.” (Muttafaq Alaih)

Tentunya tidak ada penyakit yang tidak bisa disembuhkan atas izin dari Allah SWT, termasuk perkara penyakit hati tersebut. Ada beberapa cara yang digunakan untuk menghilangkan penyakit hati seperti Iri dan dengki yaitu:

  • Pertama dengan ilmu. Dengan adanya ilmu tentang dengki maka ia akan mengetahui hakikatnya secara mendalam bahwa dengki sangat berbahaya untuk dirinya, terutama dalam hidup bersahabat dengan tetangga, maupun partner kerja.
  • Kedua dengan amal perbuatan. Orang yang akan hasud berusaha mengendalikan diri baik perkataan maupun perbuatan untuk tidak melakukan hal terlarang dengan berusaha mencegahnya. Bila mendapatkan nikmat harus disyukuri agar nikmatnya semakin berkah dan bertambah, serta menjauhi dengki dari orang lain dengan meyakini bahwa setiap orang membawa Rizki nya masing-masing.

Dengan ilmu dan amal manusia berusaha mengarahkan dirinya agar menjadi orang yang yakin akan pemberian Tuhan, serta menjaga diri agar tidak menjadi orang yang mempunyai perilaku yang kurang baik. Salah satu Penyakit Dzalim yang membuat derita pelakunya, tak lain adalah dengki (hasad). Kalau kita ingin tahu tingkat kedengkian kita, semakin kita tidak menyukai orang mendapat nikmat, itu semakin benci. Dan jika ada kegembiraan dihati orang lain sengsara, itu pun ciri Dengki.

‘’Kedengkian Mutlak hanya menyengsarakan menghancurkan pahala, dan membinasakan diri sendiri. Bersihkanlah hati kita dari kedengkian. Semua orang sudah punya garis takdir masing-masing. Syukuri dengan Allah yang apa berikan kepada kita. Ikut bahagia dengan apa yang Alloh tetapkan kepada saudara kita.Dan Nikmati hati yang lega Pahala tetap terjaga, kemuliaan semakin terpelihara. Bebas dari Penyakit Dengki.’’

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *